Kamis, 01 Maret 2018

Program Perencanaan Pembelajaran Kurikulum2013


PROGRAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013

A.      Penegrtian Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu proes interaksi yang dilakuakn oleh peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan dan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan kepada peserta didik. Pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agr dapat belajar dengan baik.
Dari sisi yang berbeda pembelajaran memiliki pengertian yang hampir sama dengan pengejaran, tetapi juga memiliki konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran sehingga mencapai susatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap, (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor), seorang peserta didik,  dengan begitu proses pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, pekerjaan pengajar saja. Sedangkan dalam proses pembelajaran adanya interaksi antara pengajar dan peserta didik.
Untuk memperoleh pembelajran yang berkualitas sangat bergantung dengan motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajaran yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajaran yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan yang melalui proses belajar siswa. Dengan adanya desain pembelajaran yang baik, serat fasilitas yang memadai, ditambah dengan kreatifitas guru akan membuat siswa lebih mudah mencapai target belajar.
Pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha yang mempengaruhi, emosi, intelektual, dan spiritual seseorang agar mau belajar dan dengan kehendaknya sendiri. Pada proses pembelajaran menekankn pada proses peserta didik. Menurut Nasution, pembelajaran adalah susatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dengan menghubungkannya dengan peserta didik sehingga terjadi proses belajar. Uno mengemukakan dalam Fathurrohman bahwa hakikat pembelajaran adalah perencanaan atau perancangan (desain) sebagai usaha untuk membelajarkan siswa.
Pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Defenisi sebelumnya menyatakan bahwa seorang manusia dapat melihat perubahan terjadi tetapi tidak pembelajran itu sendiri. Dengan konsep teoritis, dan dengan demikian tidak secara langsung dapat diamati: anda melihat individu mengalami pembelajaran, melihat individu berprilaku dalam cara tertentu sebagai hasil pembelajaran.
Pemebelajaran merupak tugas utama yang dilakukan oleh guru dimana pembelajaran dapat diartikan  sebagai kegiatan yang ditunjukan untuk membelajarkan siswa. Dalam suatu kegiatan pembelajaran terdapat dua aspek yang sangat penting yaitu hasil belajara dan proses belajar. Proses belajar dapat dialami sepanjang hayat seorang manusia kapanpun dan dimanapun.
Dapat kita simpulkan pembelajaran yang telah terjadi ketika seseorang yang telah melakukan proses pembelajaran menunjukan prilaku, dan bereaksi serta merespon dengan menggunakan cara berprilaku dari yang sebelumnya.
B.      Tujuan Pembelajaran
Tujuan adalah rumusan yang luas mengenai hasil-hasil pendidikan yang diinginkan. Didalamnya terkandung tujuan yang menjadi target pembelajarann dan menyediakan pilar untuk menyediakan pengalaman-pengalaman belajar. Tujuan pembelajaran harus dirumuskan terlebih dahulu sebelum kegiatan pembelajaran, hal itu dikarenakan tujuan adalah suatu yang ditujudalam kegiatan pembelajaran.
Dalam kurikulum 2013, karekteristik pembelajaran yang berlangsung pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada Standar Kompetensi Lulusan dan standard Isi. Standard kompetensi kelulusan memiliki sasaran yang harus dicapai. Sedangkan standar isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi.
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajara mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan dan pengetahuan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Dari ketiga ranah tersebut memiliki lintasan perolehan (proses psikolog) yang berbeda.  Sikap diperoleh dengan melalui aktivitas “menerima, menjalankan, menghargai, mengahyati, dan mengamalkan”. Pengetahuan diperoleh dengan  aktivitas “mengamati, menanya mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta”.
Ranah kognitif atau pengetahuan dalam permendikbud diatas merupakan ranah taksonomi bloom yang telah direvisi. Setiap kategori dalam revisi taksonomi bloom terdiri dari sub kategori yang memiliki kata kunci berupa kata yang berasosiasi dengan kategori tersebut.
Ranah efektif merupakan aopsi dari taksonomi bloom yang direvisi bersama Krathwohl. Namun, dalam permendikbud disederhanakan dengan melakuakn penyesuaian yang memiliki nilai yang sama. Ranah efektif adalah kemampuan yang dimunculkan seseorang dalam bentuk prilaku sebagai bagian dari dirinya. Untuk ranah efektif,bloom dan kratwohl mengelompokan kedalam beberapa tahapan,yaitu: penerimaan (Receiving / Attending),  tanggapan (Responding), penghargaan (valuing), pengorganisasian (organization), pola hidup (characterization by a value or value complex). Kelima proses ini memiliki keterkaitan  untuk menghasilkan suatu nilai-nilai atau sikap tertentu agar menjadi bagian dari diri seseorang.
Ranah psikomotorik dalam permendikbud diatas merupkan revisi dari taksonomi bloom. Paradigm dimasa lalu menjujung tinggi nilai-nilai pragmatis. Keberhasilan belajar tidak diukur denganbanyaknya materi yang dapat siswa kuasainya. Terampil menerapkan teori menjadi karya utama belajar masa kini. Dalam pengembangan kognitif menyangkut pengembangan kemampuan berpikir, sedangkan dalam psikomotor  menyangkut keterampilan gerak secra fisik. Ukuran pengembangan secara fisik adalah kecepatan, ketepatan, jarak, prosedur, atau teknik pelaksanaan.
Uraian diatas merupakan teori awal tentang penentuan standard proses dalam kurikulum 2013. Denagn menggunakan perpaduan beberapa aspek yaitu aspek afektif, kognitif, psikomotorik dengan ranah baru ini dirancang dengan baik sehingga memebentuk suatu proses pembelajaran yang menekankan pada pembentukan sikap dan karkter peserta didik.

C.      Tahapan Pembelajaran
Tahapan barasal dari kata tahap yang mendapatkan akhiran an, berarti tingkatan/jenjang. Tahapan pembelajaran dalam hal ini adalahlangkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yaitu jenjang dalam melakukan pembelajaran yang harus dilalui oleh seorang guru, yang meliputi tahapan pemula (pra intruksionall), tahapan pembelajaran (intruksional), dan tahapan penilaian tindak lanjut.
1.       pra intruksionall
tahapan yangditempuh pada saat ia memulai proses pembelajaran. Beberapa kegiatan yang dilakukan guru pada tahapan ini adalah:
a.       guru menanyakan kehadiran siswa dn mencatat yang tidak hadir, tidak perlu diabsensi satu persatu, cukup menanyakan yang tidak hadir saja dan menanyakan alasannya.
b.       Bertanya, sampai dimana pembahasan pembelajaran sebelumnya
c.        Mengjukanpertanyaan kepada siswa tentang bahan pelajaran yang telah diberikan sebelumnya
d.       Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai bahan pelajaran yang bekum dikuasai dari pembelajaran yang telah dilaksanakannya
e.        Mengulang kembali secara singkattapi mencakup semua aspek bahan yang telah dibahas sebelumnya
Tujuan tahapan ini mengetahui pemahaman peserta didik terhadap bahan yang telah dipelajari sebelumnya dan menghubungkan dengan pembelajaran hari ini,
2.       Tahapan intrukional
Tahapan ini merupkan tahapan inti, secara umum tahapan ini dapat didefenisikan dengan beberapa kegiatan sebagai berikut:
a.       Menjelaskan kepada siswa tujuan pembelajaran yang harus dicapai
b.       Menulis pokok materi yang akan dibahas hari ini’
c.        Membahas pokok materi yang telah dibahas tadi
d.       Pada setiap materi hendaknya menberi contoh kongkret
e.        Pengguanaan alat bantu pengajaran untuk meperjelas pembahasan setiap materi sangat diperlukan
f.        Menyimpulkan hasil pembahasan
Hal yang perlu diperhatikan dalam tahapan ini adalah sebaiknya titik tekan kegiatan dalah siswa, sehingga metode dan lain sebgainya dipilih untuk menekankan pada keaktifan siswa.
3.       Tahapan Evaluasi
Tujuan tahapan ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasialn siswa dari tahapan kedua, kegiatan yang dilakukan antara lain:
a.       Mengajukan pertanyaan kepada kelas, atau kepada beberapa siswa mengenai semua materi pada tahapan kedua
b.       Apabila pertanyaan yang diajukan belum dapat terjawaboleh siswa kurang dari 70% maka guru harus mengulang kembal materi yang belum dikuasai siswa
c.        Untuk memperkaya pengetahuan siswa, materi yang dibahas, guru dapat memberikan tugas atau pekerjaan rumah yang berhubungan dengan materi hari ini
d.       Akhiri pelajaran dengan menjelaskan materi yang akan dibahas pada pelajaran berikutnya.
Pada prinsipnya tahpan pembelajran merupkan langkah kongkrit penerapan strategi pembelajaran atau dalam RPP dinyatakan dengan kegiatan pembelajaran. Dalam kurikulum 2013  tahapan pembelajaran dilakuakan dengn pendekatan saintifik dimana pembelajaran dimulai dengan kegiatan observasi dan diakhiri dengan mengkomunikasikan atau membangun jejaring. Apapun model yang guru gunakan usahakan disaintifikan walaupun ada batasannya. Proses saintifik mengarahkan kepada proses intruksional dimana guru memulai dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan memodifikasi pembelajaran sesuai dengan pendekatan tersebut walaupun model pembelajaran berbeda-beda.

1 komentar:

  1. Slots Provider Review 2021 - DrMCD
    Play all the top Slots providers from leading 남원 출장마사지 providers at 군산 출장안마 drmcd. Choose 구리 출장마사지 from the list of 속초 출장마사지 Slot games for 포항 출장샵 your convenience and you'll be

    BalasHapus